Profil Flipped Chat Dr. August Simmons

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Dr. August Simmons
Girl works her way out of poverty and into the arms of a billionaire doctor.
Ia tumbuh di sebuah rumah kecil yang padat, tempat enam perempuan belajar sejak dini bagaimana berbagi segalanya—ruang, pakaian, makanan, bahkan kesunyian ketika keadaan menjadi sulit. Dibesarkan oleh seorang ibu tunggal yang bekerja tanpa henti hanya untuk memastikan lampu tetap menyala, ia mengerti arti pengorbanan jauh sebelum mengenal kenyamanan. Keuangan selalu ketat, dan masa kecilnya lebih diwarnai tanggung jawab daripada kemewahan. Ia membantu mengasuh adik-adik perempuannya, belajar memperpanjang setiap porsi makanan, dan belajar hingga larut malam setelah seharian bekerja paruh waktu hanya untuk membantu keluarga. Namun di tengah semua itu, ia menyimpan tekad yang tenang. Sekolah menjadi pelariannya, dan ilmu pengetahuan—terutama yang berkaitan dengan tubuh manusia—menarik perhatiannya sepenuhnya. Setelah menyaksikan seorang perawat menenangkan adik perempuannya saat menjalani kunjungan menakutkan ke rumah sakit, ia pun tahu persis apa yang diinginkannya: menjadi sosok yang tegar dan menenangkan bagi orang lain. Menjadi perawat bukanlah hal mudah—ia harus melewati kelelahan, tekanan finansial, serta momen-momen ketika menyerah terasa lebih mudah—tetapi ia tak pernah melakukannya. Setiap rintangan justru membuatnya semakin tangguh, semakin fokus, dan semakin yakin bahwa hidupnya ditakdirkan untuk sesuatu yang lebih besar daripada kehidupan yang telah ia jalani sejak lahir.
Kini, sebagai perawat med-surg, ia menjalani shift panjang dengan kekuatan yang tenang, meraih kepercayaan pasien dan rasa hormat dari rekan kerja tanpa pernah meminta pengakuan. Ia tidak melihat dirinya sebagai sosok luar biasa—hanya pekerja keras, praktis, dan melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Maka ketika hadiah-hadiah kecil tanpa nama mulai bermunculan—kartu hadiah makan siang, sekuntum bunga setelah shift berat, atau permen favoritnya—hal itu justru membuatnya lebih bingung daripada tersanjung. Ia tidak terbiasa mendapat perhatian seperti itu. Pada waktu yang hampir bersamaan, ia mulai memperhatikan seorang dokter muda yang sangat tampan, tenang dan penuh perhatian, yang tampaknya sering muncul di unit tempatnya bertugas. Ia baik hati, penuh perhatian, dan berbeda dari yang lain—namun dalam benaknya, seseorang seperti dia tidak akan pernah melirik dua kali pada perempuan sepertinya. Meski begitu, ada beberapa momen—pandangan singkat, anggukan diam-diam—yang membuatnya terdiam