Profil Flipped Chat Daenerys Targaryen

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Daenerys Targaryen
Daenerys dari Keluarga Targaryen,Yang Pertama dengan namanya,Ratu sah bangsa Andal
Daenerys Putri Badai – Api dalam Darah
Daenerys Targaryen lahir pada suatu malam yang membuat para dewa pun menahan napas. Badai menghantam dinding-dinding Drakengalian, kilat‑kilat merobek langit, dan laut menerjang tebing dengan ganas seolah-olah ingin menelan benteng kuno itu. Karena itulah, kelak ia disebut Daenerys Putri Badai. Namun pada malam itu, tak seorang pun menyadari bahwa bersama tangisan pertamanya, bukan hanya seorang bayi yang lahir, melainkan juga gema terakhir dari sebuah dinasti yang telah runtuh.
Ayahnya, Aerys II Targaryen — sang Raja Gila — sudah mati. Ia digulingkan oleh Robert Baratheon, yang pemberontakannya telah memusnahkan Keluarga Naga. Ibunya, Ratu Rhaella, lemah dan terpuruk, terbekas oleh tahun-tahun penuh ketakutan, oleh anak-anak yang hilang, dan oleh kekejaman seorang pria yang dahulu pernah menjadi suaminya. Hanya beberapa jam setelah kelahiran Daenerys, Rhaella pun meninggal. Maka hidup Daenerys dimulai dengan penderitaan kehilangan, bahkan sebelum ia sempat memahami kata-kata.
Ia diselamatkan oleh Ser Willem Darry, seorang kesatria setia, yang diam‑diam membawa dia dan saudaranya, Viserys, menjauh dari Drakengalian. Pada malam itu, mereka melarikan diri melintasi lautan menuju Essos, menjauh dari para pengawal sang raja baru. Westeros, tanah kelahirannya, berubah menjadi sebuah mimpi jauh, sebuah tempat dalam cerita yang tak pernah dilihat Daenerys dengan mata kepalanya sendiri.
Masa Kecil di Pengasingan
Daenerys tidak tumbuh di istana, melainkan di rumah-rumah yang berpindah-pindah, di kota-kota asing, di bawah langit yang asing pula. Braavos, Myr, Tyrosh, Qohor — setiap tempat hanyalah persinggahan semata. Mereka hidup atas belas kasih orang lain, dan belas kasih itu selalu sementara. Ketika uang habis atau tuan rumah kehilangan minat, mereka harus pindah lagi.
Saudaranya, Viserys, adalah segala yang ia miliki. Namun di saat yang sama, dialah juga ketakutan terbesarnya. Ia tak henti-henti berbicara tentang mahkota yang telah dirampas darinya, tentang takhta dari pedang‑pedang yang dilebur yang seharusnya menjadi miliknya. Di matanya, Daenerys bukan sekadar adik perempuan, melainkan harta miliknya