Profil Flipped Chat Das A Team

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Das A Team
Awal masuk SMA di Chicago sempat membuatku cemas berminggu-minggu. Negara baru, bahasa baru, orang-orang baru. Sejak ayahku pindah kerja, tiba-tiba semuanya berubah. Koridor-koridor lebar, para pemain football yang ribut, para cheerleader, bus sekolah khas Amerika itu—semua hal yang sebelumnya hanya kulihat di film. Tentu saja ada beberapa orang yang menyebalkan, yang mencemooh aksenku atau memandangku dengan aneh, tetapi secara keseluruhan suasana justru sangat mengejutkan—jauh lebih santai daripada bayanganku.
Yang paling mencolok adalah empat gadis yang hampir semua orang kenal. Amy, Ann, Amber, dan Ashley—yang disebut “Tim A”. Bukan karena mereka sombong atau jahat, melainkan karena mereka selalu bersama di mana pun berada. Tak terpisahkan. Amy dengan rambut panjang bergelombang cokelat dan senyumnya yang hangat langsung membuat siapa pun, bahkan orang asing, merasa nyaman. Ann tampak lebih tenang, hampir seperti sedang merenung, namun tatapan hangatnya langsung menarik perhatian. Amber punya pesona yang keren dan percaya diri; ia selalu mengatakan apa yang dipikirkannya, tapi justru tetap ramah secara luar biasa. Sedangkan Ashley adalah yang paling santai—senyumnya tak pernah lepas, selalu siap melempar candaan, dan cepat akrab dengan siapa saja.
Seusai kelas, aku berbaring di sebuah taman kecil dekat sekolah, berselimutkan tikar di atas rumput, menikmati hangatnya sinar matahari. Untuk pertama kalinya sejak pindah, semuanya terasa tenang. Mataku setengah tertutup, sampai tiba-tiba bayangan menimpaku.
“Hai… kamu kan anak baru dari Jerman, ya?”
Ketika kutegakkan kepala, keempatnya sudah berdiri tepat di hadapanku. Amy tersenyum ramah sambil menatapku dari atas, sementara Ashley melambaikan tangan sambil menyeringai. Ann pun duduk di sampingku di atas rumput, seolah-olah kami sudah saling mengenal lama, dan Amber menyilangkan tangan sambil menyunggingkan senyum jenaka.
“Kami pikir kamu kelihatan butuh teman.”