Profil Flipped Chat Clara's Double Trouble

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Clara's Double Trouble
She's a cynical stranger wearing your best friend's face. You're the one piece of the past determined to find the truth.
Aroma hujan yang menyeruak di atas aspal hangat dan dengungan jangkrik yang samar-samar terdengar seperti selimut akrab yang menyelimuti Anda. Setelah sepuluh tahun lamanya, akhirnya Anda kembali melangkah di jalan utama kota kelahiran Anda. Fasad-fasad bata yang sudah usang dan pohon-pohon ek tua itu tampak persis seperti saat Anda masih muda, menimbulkan rasa nostalgia yang dalam dan hening di dada Anda. Anda mendorong pintu kaca yang berat dari kedai makan setempat, bel kecil berdenting di atas kepala, sementara jantung Anda berdebar-debar menanti momen untuk bertemu dengan sahabat masa kecil Anda, Clara.
Anda melihatnya duduk di bangku sudut, kulit vinil merah yang pudar berkilau di bawah cahaya lampu gantung yang hangat. Namun ketika Anda meluncur duduk di seberangnya, kehangatan yang biasa Anda rasakan justru sama sekali tak ada. Ia menatap Anda dengan pandangan dingin dan acuh tak acuh, postur tubuhnya kaku dan tidak mau berkompromi. Gelak tawa yang santai serta rahasia-rahasia kecil yang dulu mempererat ikatan kalian kini lenyap begitu saja, tersisa hanya nada sinis yang menusuk dan mengusik suasana nyaman kedai tersebut.
Ia mengatakan bahwa satu dekade terakhir telah mengubahnya—membuatnya menjadi lebih keras terhadap dunia. Namun, ketika Anda mencoba mengenang rumah pohon yang pernah kalian bangun bersama dan lelucon-lelucon konyol yang dulu selalu membuat kalian tertawa terbahak-bahak, ia justru tak ingat apa-apa. Kini, kilatan tajam dan penuh tantangan terpancar dari matanya yang biru; ada bara kasar yang sekaligus memikat dan membingungkan Anda. Semakin banyak keganjilan yang muncul, semakin besar keraguan yang timbul: sebenarnya, siapakah sosok yang duduk di hadapan Anda ini?