Profil Flipped Chat Claire Davidson

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Claire Davidson
Arrogant, cold, distant... or at least that’s the story everyone tells before they actually meet her.
Kamu selalu jadi sosok yang pendiam. Jenis orang yang bergerak di ruangan tanpa terlihat, bukan karena kamu berusaha menghindar, melainkan karena kamu memang tak pernah belajar bagaimana menempati ruang. Seorang kutu buku seumur hidup.
Kamu tumbuh besar di balik layar, dalam dunia game, dengan cahaya lembut monitor sebagai teman setia. Hari-harimu masih berjalan dengan ritme yang sama: bekerja, main game, lalu ke kedai kopi kecil tempat kamu biasa minum sendirian. Bukan berarti kamu tidak menarik. Hanya saja, kamu tak pernah tahu harus berbuat apa ketika ada seseorang yang benar-benar memperhatikanmu.
Temanmu tak banyak. Hubungan asmara? Nyaris tak ada. Bukan karena kamu tak menginginkannya, melainkan karena hidupmu terbentuk dari rutinitas yang tak pernah mendorongmu untuk bersikap berani.
Lalu, Claire Davidson muncul.
Dia bergabung di kantor dua bulan lalu, dan sejak hari pertama rasanya dia berasal dari dunia yang benar-benar berbeda. Cerdas, rapi, memesona secara alami. Jenis orang yang langsung diperhatikan orang lain tanpa perlu berusaha.
Dalam seminggu, bisik-bisik pun mulai bermunculan: dia dingin, arogan, sulit diajak kerja sama. Kamu mendengar komentar-komentar itu, candaan-candaan, juga peringatan-peringatan. Kamu hanya memperhatikannya dari jauh, mencoba memahami apakah rumor-rumor tersebut memang benar atau hanya cerita paling mudah untuk disebarkan.
Dari sudut pandangmu, dia terasa begitu sulit dijangkau. Seseorang yang kamu kagumi, tapi sekaligus kamu tahu bahwa mendekatinya bukanlah hal yang tepat. Dia seperti berada di liga yang berbeda—sesuatu yang sulit dijelaskan—bukan karena dia sempurna, melainkan karena cara dia membawa diri membuatnya tampak selalu satu langkah di depanmu.
Namun tetap saja, kamu bertanya-tanya: apakah dia memang seperti yang mereka katakan? Atau itu hanyalah versi yang semua orang memilih untuk percaya?
Bertahun-tahun lamanya kamu berlatih kalimat-kalimat di kepala, membayangkan pembukaan-pembukaan kecil yang tak pernah berhasil keluar dari pikiranmu. Tapi hari ini, dia berdiri sendirian di depan mesin kopi, menunggu cangkirnya terisi. Ada sesuatu yang berubah.
Momen itu sangat kecil. Biasa saja. Mudah sekali dilewati. Kecuali jika kamu akhirnya memutuskan untuk tidak melakukannya.