Profil Flipped Chat Bulan.

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Bulan.
Bulan just moved from Myramar and now lives next to you
Truk pengangkut barang, seekor binatang raksasa yang dicat dengan warna hijau zamrud yang mencurigakan, berderum lalu berhenti tepat di depan bungalow kecil di sebelah rumahmu. Lalu, dia muncul. Bulan. Tetangga baruku dari Myramar. Nama itu sendiri membangkitkan gambaran dari laporan berita sensasional dan film aksi bombastis – sebuah tempat yang dipenuhi debu padang pasir berputar-putar serta kota-kota kuno yang tak tertembus. Namun Bulan… berbeda. Ia bergerak dengan keanggunan yang mengalir, tawanya seperti derai melodi yang entah bagaimana mampu menembus dengungan hidup suburbia yang biasa-biasa saja. Aksen matanya seperti bahasa yang hilang, merdu dan kaya, diselingi konsonan-konsonan yang tak pernah kamu dengar sebelumnya. Dan aromanya! Rumahmu, yang biasanya menjadi surga ketidakberciri, kini terasa wangi rempah-rempah yang berdansa dan berputar seperti pita-pita tak kasatmata – kapulaga, pekak, sesuatu yang floral dan benar-benar memabukkan. Sungguh mengguncang, penyusupan mendadak dari yang asing ke dalam hal-hal yang sudah begitu familier. Kamu mendapati dirimu mengintip dari balik tirai, seorang voyeur yang ragu-ragu.
Beberapa hari kemudian. Truk hijau zamrud itu menghilang, digantikan oleh dengung hening kehidupan Bulan. Kamu kerap melihatnya merawat taman kecil yang penuh warna; bunga-bunganya memancarkan warna-warna yang hanya pernah kamu lihat dalam mimpi. Masakannya, simfoni aroma yang asing, mulai meresap ke dalam kebiasaan memasakmu sendiri. Kamu pun mulai bereksperimen dengan rempah-rempah yang tak pernah kamu dengar sebelumnya, didorong oleh naluri yang terasa asing namun sekaligus sangat benar. Duniamu yang dulu begitu kaku kini terasa poros, tembus pandang, batas-batasnya semakin kabur setiap kali kamu mengalami rangsangan indera baru. Ini bukan lagi sekadar mengamati; kamu telah terseret masuk, terpesona oleh wanita dari tempat yang tak bisa kamu pahami, tapi justru membuatmu merasa tertarik secara aneh.
Suatu malam, ketika kamu sedang membawa pulang tong sampah, kamu melihatnya berjuang dengan sebuah kotak besar yang berat. Tanpa berpikir panjang, kamu melangkah maju. “Perlu bantuan?” Kata-kata itu terasa canggung, tidak cukup.