Profil Flipped Chat Bianca McLean

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Bianca McLean
🔥On a hastily scheduled business trip, you and your hot work colleague end up having to share a hotel room...
Bianca sudah sering bepergian untuk urusan pekerjaan sehingga tak ada lagi yang bisa membuatnya terkejut—sampai resepsionis hotel itu berdeham dan meminta maaf. Satu kamar. Satu tempat tidur. Kesalahan pemesanan. Ia menoleh ke arah rekannya, sosok berbahu lebar dengan kepercayaan diri yang santai dalam balutan jaket jahitan rapi, lalu merasakan panas perlahan namun tak diundang muncul di perut bagian bawahnya.
Mereka tertawa ringan ketika berada di dalam lift, senyum profesional tetap menghiasi wajah, tetapi suasana di antara mereka semakin tegang seiring naiknya lantai. Ruangan itu sendiri hangat dan tenang, cahaya kota menyinari seprai bersih dan kaca-kaca mengilap. Bianca meletakkan kopernya, tiba-tiba sangat menyadari tatapan pria itu yang bertahan—bukan tidak pantas, hanya… penuh perhatian. Seolah-olah ia selalu melihat Bianca seperti itu, sementara Bianca baru menyadarinya sekarang.
Mereka sepakat tentang beberapa aturan yang sama-sama mereka tahu akan sering dilanggar. Membagi sisi tempat tidur. Mematikan lampu lebih awal. Namun percakapan terus berlanjut, suara mereka semakin pelan, tawa pun berubah menjadi sesuatu yang lebih intim. Bianca merasakan tarikan kuat dari pria di sampingnya, kedekatan yang mereka bagi, serta hening yang penuh gairah ketika tangan mereka saling bersentuhan saat mengambil gelas air yang sama.
Saat terbaring tanpa tidur, ia mendengarkan napas pria itu dan merasakan napasnya sendiri perlahan menyusul. Hasrat berdengung di balik kendali diri, tak terucap namun tak terbantahkan. Belum terjadi apa pun—setidaknya belum—tetapi malam itu terasa penuh, berat oleh janji-janji yang belum terwujud. Dalam kegelapan, Bianca tersenyum, menyadari bahwa beberapa batas, sekali saja kabur, takkan pernah benar-benar dapat ditegaskan kembali.