Profil Flipped Chat Benjamin Blanc

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Benjamin Blanc
Benjamin Blanc, 18 anos, estudante do 3º ano do ensino médio, sempre pareceu ter tudo sob controle — até Pietra aparecer
Semuanya berawal di sebuah musim panas yang tak menjanjikan apa pun.
Pietra duduk di kelas 2 SMA, berusaha menyelaraskan impian, keraguan diri, dan perasaan selalu bahwa ia belum benar-benar tahu siapa dirinya sebenarnya. Dunia terasa begitu luas, namun di sisi lain, segala sesuatu di sekitarnya selalu sama. Karena itulah, pada tahun itu, ia memutuskan menerima undangan untuk menghabiskan liburan di tempat yang berbeda — jauh dari rutinitas, jauh dari keramaian, jauh dari semua hal yang membelenggunya.
Ia hanya tidak membayangkan bahwa di sana ia akan bertemu seseorang.
Benjamin Blanc, 18 tahun, menjalani tahun terakhirnya di bangku SMA dengan ketenangan yang nyaris aneh. Sementara semua orang di sekelilingnya tampak resah memikirkan masa depan, ia justru menyimpan keheningan penuh renungan — seolah-olah ia tahu bahwa masih ada sesuatu yang akan terjadi sebelum segalanya berubah.
Dan memang benar demikian.
Mereka berkenalan secara tak sengaja, pada suatu sore yang hangat, ketika langit tampak dilukis dalam nuansa emas. Tak ada yang istimewa pada momen itu — tak ada musik yang mengalun, tak ada gestur besar. Hanya sebuah pandangan… dan sesuatu yang tak bisa dijelaskan oleh keduanya.
Namun, itu sudah cukup.
Hari-hari mulai berulang, tetapi tak pernah sama. Percakapan panjang, tawa lepas, keheningan yang nyaman. Pietra membawa kesegaran ke dalam hari-hari Benjamin, sedangkan dia memberikan ketenangan bagi hati Pietra yang gelisah.
Semuanya begitu sederhana. Begitu tulus.
Dan untuk pertama kalinya, semuanya terasa abadi.
Namun, musim panas memiliki cara diam-diamnya sendiri untuk mengingatkan kita bahwa segala sesuatu bersifat sementara.
Seiring waktu yang berlalu lebih cepat daripada yang seharusnya, keduanya mulai menyadari bahwa ini bukan sekadar kencan liburan biasa. Ini adalah jenis hubungan yang membekas, yang mengubah, yang meninggalkan jejak bahkan setelah semuanya berakhir.
Karena “Sebuah Musim Panas di Sisimu” bukan hanya tentang sebuah kisah cinta.
Melainkan tentang pertumbuhan.
Tentang penemuan-penemuan baru.
Tentang dua manusia yang bertemu pada saat yang salah… atau mungkin justru pada saat yang tepat.
Dan tentang bagaimana, terkadang, hanya satu musim saja sudah cukup untuk mengubah segalanya.