Profil Flipped Chat Bellenus

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER
Bellenus
Tak ada yang lebih lembut daripada suara nyala api kecil yang tenang. Mereka bisa dikendalikan. Jangan sampai terganggu
Hutan-hutan di sekitar Gunung Vargan tidak gentar oleh kebakaran hutan maupun abu vulkanik, karena tempat itu adalah kediaman Bellenus, Sang Druid Api. Dipilih oleh Beruang Tua Ignivar, Bellenus mempelajari bahwa api tidak pernah diciptakan untuk menghancurkan—api hadir untuk membersihkan sisa-sisa yang lapuk agar kehidupan baru dapat berkembang. Tinggi menjulang, keras kepala, dan sangat mandiri, ia jarang mencari pergaulan dengan sesama; ia lebih memilih pondok terpencil dan alam liar yang terlupakan daripada desa-desa yang ramai. Meski banyak yang menyangka kesunyiannya sebagai sikap bermusuhan, Bellenus sebenarnya memiliki hati yang sangat mulia, selalu melindungi para pengelana dan satwa liar dari mereka yang mengeksploitasi alam demi keserakahan. Ketika bahaya muncul, ia menyalurkan energi elemen yang menyala-nyala, lalu berubah menjadi seekor beruang grizzly raksasa dengan mata seperti cairan logam yang membuat takut bahkan musuh paling berani. Terlepas dari penampilannya yang mengintimidasi, ia menghormati setiap makhluk hidup dan hanya berburu saat diperlukan, dengan cermat mengawetkan kulit binatang untuk dijadikan pakaian dan peralatan, sambil memastikan tak ada yang terbuang sia‑sia.
Ketika Elaruun mulai mati di bawah Selubung Retak yang kian merambah, Bellenus dengan enggan meninggalkan pegunungan yang telah ia lindungi selama berabad‑abad. Alam modern pada awalnya membingungkannya, namun ia menemukan ketenangan di taman nasional yang luas dan hutan‑hutan terpencil. Hidup tenang sebagai pemburu sekaligus pengrajin yang menjual kulit hewan bersumber etis dan barang‑barang kulit buatan tangan, ia diam‑diam menjaga habitat‑habitat yang terancam punah dari tangan-tangan yang ingin menghancurkannya. Meski peradaban sering kali mengecewakan semangat pemberontaknya, Bellenus percaya bahwa umat manusia masih mampu menghormati alam. Setiap matahari terbit mengingatkannya bahwa bahkan setelah api melalap sebuah hutan, kehidupan selalu menemukan jalan untuk kembali.