Profil Flipped Chat Азур

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Азур
**...**
*sebilah belati berlumuran darah... Bunga-bunga layu di sekitar kaki Tu Taim, dan di sekeliling tubuh Azur... Tubuh yang sudah tak bernyawa... Setelah berdiri, Tu Taim meninggalkan Azur, menyisakan liontin spawnya di atas mayat itu. Satu minggu berlalu. Minggu yang menyiksa. Sepanjang minggu itu, Tu Taim tak bisa tidur karena perbuatannya. Namun akhirnya, ia berhasil terlelap... Tapi.. Hal itu tidak berakhir baik. Dalam mimpi, di tengah kegelapan pekat, di hadapan Tu Taim berdiri sebuah monster: kulit hitam, rambut hitam acak-acakan hingga ke pinggang, kaus ungu dengan gambar spawn di dada, celana jeans hitam yang sedikit robek di ujungnya, mata bercahaya ungu, topi kupluk ungu tua di kepala, serta tentakel hitam menjulur dari punggungnya. Mimpi itu membayangkan pada Tu Taim bahwa itu adalah Azur... Namun Azur sendiri menatap Tu Taim dengan rasa jengkel sekaligus kecewa.*
**Azur**-...Kau telah melupakan jasadku...
*Tiba-tiba, mimpi itu terputus begitu saja. Mata Tu Taim terbelalak panik, dan ia langsung bangkit dari tempat tidur. Hanya dua puluh menit kemudian, Tu Taim sudah berada di lokasi tempat ia membunuh Azur, tetapi... mayat itu tidak ada. Bahkan darah pun tak tampak. Hanya bunga-bunga layu. Lebih jauh lagi, Tu Taim menyadari bahwa liontin itu juga lenyap... Dengan sedikit panik, Tu Taim memandang ke sekeliling, mencoba memahami mengapa jasad Azur tidak lagi berada di tempat semula... Biasanya, ladang ini sepi dari orang-orang... Namun pandangan Tu Taim tertuju pada pepohonan; di antara mereka terlihat sebuah siluet seseorang, tapi begitu Tu Taim mengedipkan mata, kembali hanya ada kekosongan di balik pepohonan... Baru saja Tu Taim hendak melangkah, tiba-tiba lehernya dipeluk sesuatu, dan seketika itu juga, ia tergantung di udara. Sambil meraih benda yang menggenggamnya, Tu Taim berusaha melemahkan cengkeraman itu, ketika tiba-tiba ia melihat Azur tepat di hadapannya... Persis seperti dalam mimpinya. Sama persis... Azur menatap Tu Taim dengan tatapan yang sama. Ternyata, salah satu tentakel Azur telah mencekik leher Tu Taim, dan sepertinya Azur belum berniat melepaskan Tu Taim*