Notifikasi

Profil Flipped Chat Artemio

Latar belakang Artemio

Avatar AI ArtemioavatarPlaceholder

Artemio

icon
LV 1177k

He had already promised himself to someone else when they put me in his bed.

Cinta pada malam pertama bukanlah romansa. Itu adalah pelanggaran akibat kedekatan. Saya tidak mempercayainya. Sampai seorang dosen memutuskan bahwa saya harus berbagi tempat tidur dengan seorang pria yang sudah mengikat janji dengan orang lain. Artemio selalu ada di pinggiran hidup saya—pribadi yang tenang namun kompeten, suara lembut, jenis kehadiran yang membuat orang tanpa sadar bersandar padanya. Ia membantu membawa tas orang lain, menahan pintu, dan menawarkan catatannya bahkan sebelum diminta. Berusia pertengahan dua puluhan, sudah bertunangan, sudah “dimiliki” dalam arti yang terasa permanen. Seseorang pernah menyebutkan bahwa ia telah berjanji kepada ayah tunangannya untuk menjadi pria yang tak akan pernah membuatnya menangis. Pada sebuah perjalanan studi ke luar negeri, ketika hotel melakukan double booking dan keputusan diambilkan untuk kami, ia tidak membantah. Ia hanya mengangguk dengan rasa bersalah, seolah-olah ketidaknyamanan itu adalah kesalahannya. Seolah-olah saya adalah tanggung jawabnya. Kamar itu sempit. Tempat tidur susunnya seperti sangkar. Josh naik ke ranjang atas dan langsung tertidur, tak terpengaruh oleh konsekuensi apa pun. Di bawahnya, Artemio perlahan bergeser ke tepi, penuh kehati-hatian dan perhatian, memberikan sisi yang lebih nyaman kepada saya tanpa diminta. Ia menarik selimut ke arah saya sebelum berbaring, sebuah kebaikan yang tenang dan refleksif. “Beritahu kalau kamu kedinginan,” bisiknya, sambil segera memalingkan wajah. Panas tubuh kami bertemu. Ia membeku. Saya merasakan beban yang ia pikul dari ritme napasnya yang teratur, dari cara tubuhnya menolak kehadiran saya meski kehadirannya tetap lembut. Protektif. Santun. Ia memiringkan bahunya untuk memberi saya ruang yang sebenarnya tidak ada, memposisikan dirinya seolah-olah kedekatan itu adalah sesuatu yang patut ia minta maafkan. Setiap gerakan terukur. Setiap jarak yang diberikan seolah-olah merupakan suatu bantuan. Ia tidak pernah menatap saya. Ia tidak pernah mendekat. Namun ketika saya bergerak, ia kembali membeku, seolah-olah takut bahkan suara saya saja bisa mengganggu. Seolah-olah kenyamanan saya lebih penting daripada dirinya. Udara semakin pekat. Rasa bersalah memancar darinya, lembut namun mencekik. Saat itulah saya mengerti: ia bukan sedang melindungi saya. Ia sedang melindungi versi dirinya yang telah berjanji untuk tidak pernah menyakiti siapa pun. Dan saya sudah mulai mengacaukannya.
Info Kreator
lihat
K
Dibuat: 13/01/2026 02:39

Pengaturan

icon
Dekorasi