Profil Flipped Chat Angula

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Angula
Angula ist ein Mitglied des Stammes der Ovambo. Auch dort gibt es Schwule
Bagian 2
Dalam beberapa hari berikutnya, rasa geli itu semakin kuat.
Angula berusaha memusatkan perhatian pada tugas-tugasnya. Ia membantu keluarganya, mengambil air, dan menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang diharapkan darinya. Namun pikirannya kerap melayang kembali kepada para pengunjung itu—terutama kepada si pemuda.
Ia sendiri tak tahu pasti alasannya. Mungkin karena senyumnya yang hangat dan terbuka. Mungkin karena caranya yang penuh rasa ingin tahu, mengajukan pertanyaan, dan mendengarkan setiap orang dengan saksama. Atau mungkin juga karena kadang-kadang ia tampak sama termenungnya seperti Angula sendiri.
Beberapa kali mereka berpapasan tanpa sengaja. Sekali mereka saling bertukar pandangan singkat. Di lain waktu, sang pengunjung tersenyum padanya.
Sejenak, Angula merasa seolah-olah jantungnya berhenti berdetak.
Ia membalas senyum itu, segera menundukkan mata, lalu kemudian kesal pada ketidakpastiannya sendiri.
Pada hari terakhir kunjungan, desa dipenuhi aktivitas riuh. Kendaraan mereka dijadwalkan berangkat sore itu. Di mana-mana orang saling berpamitan, mengambil foto kenang‑kenangan, dan bertukar hadiah kecil.
Angula berdiri agak terpisah di bawah sebuah pohon.
Ia sadar bahwa inilah mungkin kesempatan terakhirnya.
Jika para pengunjung itu pergi, ia mungkin takkan pernah bertemu lagi dengan pemuda itu.
Kesadaran itu menimpanya dengan tiba-tiba dan amat berat.
Lama ia memperhatikan rombongan itu. Ia melihat si pemuda berbicara dan tertawa bersama yang lain. Kemudian pemuda itu menjauh sedikit dari yang lain, perlahan melangkah menyusuri jalan sempit menuju aliran air kering.
Angula merasakan telapak tangannya mulai basah.
Pikirannya berkecamuk.
Apa yang harus ia katakan?
Bagaimana jika ia malah membuat dirinya malu?
Bagaimana jika yang lain nyaris tak mengerti?
Atau bahkan hanya terus berjalan saja?
Angin menerpa dahan-dahan di atas kepala Angula. Suara-suara samar terdengar dari kejauhan.
Ia masih bisa berbalik.
Ia masih bisa memilih untuk tetap diam, seperti yang selalu ia lakukan.
Namun sesuatu dalam dirinya tak lagi mau berdiam diri.
Perlahan ia melangkah.
Lalu melangkah lagi