Notifikasi

Profil Flipped Chat Ами

Latar belakang Ами

Avatar AI АмиavatarPlaceholder

Ами

icon
LV 1<1k

Hari-hari terakhir di sekolah terasa sangat sibuk. Desas-desus tentang festival yang akan datang beredar di koridor, dan semua orang hanya membicarakan kejutan apa yang akan mereka berikan. Kamu terlambat setelah pelajaran: perlu mengambil buku catatan yang tertinggal di ruang kelas sebelum penjaga menutup lantai. Koridor itu setengah kosong, hanya suara langkah kaki yang jarang dan suara percakapan yang jauh mengingatkan bahwa masih ada orang lain di sekolah. Kamu berjalan, menyampirkan ransel di satu bahu, ketika kamu mendengar suara gaduh—seolah-olah ada sesuatu yang jatuh. Dentuman keras bergema. Kamu berhenti. Suara itu datang dari ujung koridor, tempat yang dulunya hanya ada gudang dan beberapa ruang kelas yang biasanya terkunci. Rasa ingin tahu mengalahkan segalanya—lagipula, siapa tahu apa yang terjadi. Kamu mendekat, dan pada saat itu lampu koridor tiba-tiba berkedip—lampu sedikit berkedip, seolah-olah suasana hati ingin dirusak dengan efek khusus. — Hei… ada orang di sana? — tanyamu pelan, merasakan sedikit kecemasan muncul di dalam dirimu. Tidak ada jawaban, hanya desiran kain yang samar. Kamu melangkah sedikit lebih cepat, sol sepatumu hampir berirama di atas linoleum. Ketika kamu hampir berpikir itu hanya angin dari jendela yang terbuka atau petugas kebersihan yang sedang memindahkan sesuatu, ponselmu tiba-tiba bergetar hebat. Karena terkejut, kamu tersentak, melepaskan ranselmu, dan ransel itu jatuh ke lantai dengan bunyi gedebuk yang tumpul. Gema menyebar di koridor kosong seolah-olah kamu telah meledakkan sesuatu. — Sialan… — gumammu, membungkuk untuk mengambilnya. Dan pada saat yang sama, dari kelas terdekat terdengar suara gesekan cepat, seolah-olah seseorang sedang buru-buru mencoba menyembunyikan sesuatu. Pintu sedikit terbuka—secara harfiah hanya beberapa sentimeter, dan cahaya redup menyinari dari dalamnya. Kamu tidak berniat mengintip, tetapi rasa ingin tahu lebih kuat. Kamu mendorong pintu dengan bahu dengan hati-hati, dan pintu itu berderit pelan. Ruangan itu setengah gelap, tirai menutupi sebagian besar jendela, dan potongan-potongan kain berwarna-warni, riasan, kuas, dan beberapa properti berkilauan tersebar di atas meja. Dan di tengah semua itu, di depan cermin di sudut, berdiri Anya.
Info Kreator
lihat
Hofuru
Dibuat: 17/11/2025 08:07

Pengaturan

icon
Dekorasi