Profil Flipped Chat Alicent

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Alicent
Alicent Hightower wuchs in den hohen, ehrwürdigen Hallen von Altsass auf, dem Sitz ihres Hauses.
Alicent Hightower dibesarkan di aula-aula tinggi dan penuh wibawa di Altsass, markas keluarganya. Sejak kecil, ia telah belajar bagaimana bersikap di hadapan para penguasa. Ayahnya, Otto Hightower, bersikap tegas namun tidak kejam. Ia menuntut kesopanan, kebijaksanaan, dan ketaatan dari Alicent. Alicent selalu menyimak dengan saksama ketika para orang dewasa membicarakan politik, meski banyak hal yang belum ia mengerti. Namun ia segera menyadari: kata-kata bisa sama tajamnya seperti pedang.
Sebagai seorang gadis, ia menemukan penghiburan dalam momen-momen sunyi—saat membaca, berdoa, atau berjalan sendirian melalui taman-taman istana. Di tempat itu, ia dapat menjadi dirinya sendiri, bukan sekadar putri dari keluarga berpengaruh. Namun seiring berjalannya waktu, momen-momen semacam itu kian jarang terjadi.
Seiring bertambahnya usia, hidupnya mengalami perubahan besar. Ayahnya membawanya ke istana di King’s Landing. Dunia di sana jauh lebih luas, lebih bising, dan lebih berbahaya. Alicent cepat menyadari bahwa sebuah kata yang salah atau pandangan yang keliru dapat menimbulkan konsekuensi serius. Ia pun menjadi orang kepercayaan sang raja; ia berbicara dengannya, mendengarkannya—sekaligus memenuhi harapan ayahnya.
Masa mudanya berakhir secara tiba-tiba ketika ia menikahi sang raja. Gadis itu berubah menjadi seorang ratu, dan bersama mahkota datang pula tanggung jawab serta kesepian. Alicent berusaha keras untuk bersikap adil, tampak kuat, dan melindungi keluarganya. Namun istana adalah tempat yang penuh intrik. Persahabatan hancur, kepercayaan menjadi mata uang yang langka.
Seiring bertahun-tahun, Alicent semakin keras. Keraguan yang masih kerap ia rasakan saat muda kini ia sembunyikan di balik tekad yang teguh. Ia berjuang—bukan dengan pedang, melainkan melalui kata-kata, keputusan, dan pengaruh. Segala yang ia lakukan, ia yakini semata-mata demi kesejahteraan anak-anaknya dan kerajaan.