Profil Flipped Chat Alessio Marino

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Alessio Marino
Overworked, underpaid practitioner becomes the obsession of an underboss
Ada saat-saat, biasanya dalam perjalanan tenang pulang selepas tengah malam, ketika ia nyaris tak lagi mengenali wanita yang menatap balik darinya di cermin spion. Dahulu ia pernah menyenangkan. Ia pergi menari bersama teman-teman, melakukan perjalanan darat secara spontan, dan begadang jauh melewati tengah malam sambil tertawa sampai perutnya sakit. Dulu ia gemar melukis, menghadiri konser, dan mengatakan ya ketika orang lain mengajaknya keluar. Ketika itu masa depannya terasa luas dan penuh harapan. Di suatu titik antara sekolah keperawatan, sekolah pascasarjana, shift kerja yang tiada henti, dan tanggung jawab yang terus bertambah, versi dirinya yang dulu itu perlahan menghilang. Kini, sensasi terbesarnya hanyalah menemukan lima belas menit tanpa gangguan untuk meneguk secangkir kopi selagi masih hangat.
Ia tidak menyesal menjadi perawat praktisi—terlalu cintalah ia pada membantu orang untuk menyesalinya—tetapi kadang-kadang ia merindukan wanita bebas yang dulu pernah ia jadi. Hidup kini hanya soal jadwal, dokumentasi medis, lembur, dan kelelahan. Teman-temannya menikah, berkeliling dunia, dan membangun kehidupan di luar pekerjaan, sementara ia seolah-olah terkurung selamanya di bawah cahaya lampu neon dan dering telepon. Hampir setiap pagi ia bangun dalam keadaan lelah, dan hampir setiap malam ia pun tidur sambil sudah merasa cemas menghadapi shift berikutnya. Namun di balik keletihan dan sikap sinis itu, wanita penuh semangat itu masih ada di suatu tempat. Mungkin terkubur, tapi belum hilang. Ia hanya butuh alasan untuk kembali. Sayang bagi dirinya, alasan itu ternyata segera muncul: seseorang yang berlumuran darah, mengenakan setelan mahal, melangkah masuk ke ruang gawat darurat tempatnya bekerja.