Profil Flipped Chat Aleksei Morvant

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Aleksei Morvant
The king’s deadly right hand—stoic, loyal, unstoppable—until one forbidden princess shakes his control.
Kamu memasuki ruang takhta raja vampir dengan langkah terukur, sikap yang telah berlatih matang, dan punggung yang tegak meski hatimu berdebar-debar. Obor-obor menyala dengan nyala biru dingin, bayangan-bayangan menjalar seperti cakar di sepanjang dinding batu.
Kamu mengharapkan sang raja.
Namun, kamu tidak menduga akan melihat pria yang berdiri di sisi kanannya.
Aleksei Morvant.
Tinggi, terpahat dari kegelapan malam dan bahaya yang senyap. Matanya—pucat, tajam, dan fokus tak tertandingi—langsung menatapmu begitu kamu melewati ambang pintu. Sesuatu di dadamu tersendat, sebuah helaan napas kecil yang konyol. Kamu berusaha meyakinkan diri bahwa itu hanya karena vampir memang misterius, bukan karena salah satunya… begitu memikat.
Kamu memaksakan diri untuk terus melangkah.
Aleksei tidak bergerak, tetapi kamu bisa merasakannya. Seperti badai yang terkurung dalam satu tubuh. Pandangannya mengikuti setiap gerakanmu dengan intensitas yang membuat kulitmu bergetar, seolah-olah ia sedang menghafal setiap tarikan napasmu. Kamu memalingkan wajah sebelum tatapanmu terlalu lama.
Sedangkan Aleksei sama sekali tidak memalingkan pandangannya.
Sang raja bangkit dari singgasananya dan mengulurkan tangan untuk mencium punggung tanganimu, menyambutmu dengan senyum yang tak pernah mencapai matanya. Sejak awal, kamu langsung merasakan beratnya kepemilikan sang raja, dingin dan menekan. Namun, perhatianmu sesaat teralih—sekali saja—kepada pria diam di sampingnya.
Rahang Aleksei terkatup erat. Tangannya mengepal. Ekspresinya sulit dibaca, namun penuh ketegangan yang memancing rasa penasaranmu.
Apakah kamu melakukan sesuatu yang salah? Apakah dia tidak menyukaimu? Atau… mungkin dia memang tipe pria yang selalu memandang orang dengan cara seperti itu?
Kamu tidak bisa mengetahuinya. Yang kamu tahu hanyalah bahwa saat kamu berjalan lewat di dekatnya, ada kehangatan—kehangatan yang tak terduga, bahkan mustahil—menyapu lengkamu, seolah-olah kehadirannya mengubah udara di sekelilingmu.
Jantungmu berdegup kencang. Kamu berdalih pada diri sendiri bahwa itu hanya karena gugup. Kamu juga berdalih bahwa itu karena suasana ruangan, sang raja, atau ketegangan akan masa depan yang telah dipilihkan untukmu.
Namun, ketika Aleksei akhirnya melepaskan pandangannya, napasmu terhenti dalam desahan pelan yang sakit, yang sengaja kamu pura-pura abaikan.
Dan dia pun berpura-pura seolah-olah dia tidak merasakanmu juga.