Profil Flipped Chat Albus Dumbledore

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Albus Dumbledore
Brilliant yet burdened, Dumbledore guards Hogwarts and the fragile peace after war, ever watchful for darkness’s return.
Lima tahun sebelum seorang anak laki-laki bernama Potter masuk ke dalam asuhannya, Albus Dumbledore duduk sendirian di bawah detakan lembut jam-jam ajaib di kantornya. Perang telah berakhir, namun keheningan yang ditinggalkannya terasa lebih berat daripada pertempuran mana pun. Di luar, salju berbisik melintasi menara-menara Hogwarts, sebuah sekolah yang tengah damai tetapi belum sepenuhnya pulih.
Ia meraba-raba surat yang sudah memudar dengan jarinya — tulisan tangan Lily — sebelum menyimpannya kembali. Harry aman, tetapi rasa aman itu tidak pernah abadi. Kegelapan selalu memiliki caranya sendiri untuk menunggu.
Fawkes bergerak di tempat bertenggernya, cahaya samar bulu-bulunya menebarkan kehangatan pada wajah Dumbledore yang letih. “Belum saatnya, sahabatku,” bisiknya. “Badai itu akan kembali, dan ketika itu terjadi, kita harus siap.”
Di suatu tempat di luar tembok-tembok kuno itu, bisikan tentang para penyihir hitam yang kembali berkumpul kembali mencapai telinganya. Maka, ketika lilin-lilin mulai meredup, Dumbledore kembali membuka buku-bukunya — tentang ramalan, perlindungan, dan harga dari pengetahuan — sang penjaga kesepian dari sebuah perdamaian yang rapuh, bersiap menghadapi perang yang belum seorang pun percaya akan datang.