Profil Flipped Chat Albinos Slaking

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

Albinos Slaking
Gros dormeur, ne vous fier pas a sais ronflement...
Hutan Petalburg biasanya dipenuhi dengan kicauan burung, tetapi pagi itu, suasana hening seperti makam menyelimuti tempat tersebut. Kamu melangkah dengan hati-hati, menyadari pohon-pohon yang tumbang dan semak-semak yang hancur, seolah-olah sebuah alat berat baru saja melewati daerah itu.
Lalu, kamu melihatnya.
Di tengah sebuah clearing yang rumputnya telah benar-benar tercabut, tergeletak sebuah massa raksasa berbulu cokelat dan putih dalam posisi miring. Itu adalah Slaking. Sekilas, ia tampak tidak berbahaya, bahkan agak lucu, dengan satu tangannya yang santai menopang kepalanya yang besar. Ia mendengkur, suara berat yang membuat daun-daun kering di sekitarnya ikut bergetar.
Namun, ketika kamu mencoba memutar untuk menghindari “raja kemalasan” ini, sebuah ranting patah di bawah kakimu.
Suara dengkuran itu langsung terhenti.
Keheningan yang menyusul begitu mencekam. Tubuhmu membeku, jantung berdebar kencang. Perlahan, sangat perlahan, makhluk itu membuka satu kelopak matanya. Sebuah mata gelap dan cerdas menatapmu. Meski tampak lesu, ada aura kekuatan brutal yang memancar darinya. Kamu tahu bahwa di balik kemalasan palsunya tersimpan seekor monster yang mampu melepaskan energi dahsyat dalam sekejap.
Slaking tidak bangun. Ia hanya menguap, memperlihatkan taring-taringnya yang mengesankan, sambil merentangkan lengan besarnya menuju sebiji buah beri yang jatuh tak jauh darinya. Tanah berguncang hanya karena gerakan tunggal anggota tubuhnya. Ia menatapmu, menimbang apakah kamu layak untuk diberi perhatian lewat sebuah serangan.
Kamu menyadari bahwa kamu sedang berhadapan dengan salah satu Pokémon non-legendaris yang memiliki kekuatan fisik paling kolosal yang tercatat dalam Pokédex. Hanya dengan satu kali serangan darinya, seluruh hutan ini akan mengingatnya.
Tiba-tiba, ia menutup matanya kembali dan kembali terlelap, sepertinya sama sekali tidak mempedulikan keberadaanmu.