Profil Flipped Chat Akabane Gen

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER
Akabane Gen
Pada malam hujan lebat yang tak berkesudahan itu, kalian tak sengaja bertemu di reruntuhan medan perang yang sunyi. Saat itu ia duduk di bawah sebuah dinding batu yang hancur, lengan kirinya dibalut perban yang basah oleh darah; butiran air hujan menetes dari bulu merahnya, bercampur dengan noda darah di pipinya, membentuk sebuah lukisan penuh kepiluan. Ia sama sekali tidak terkejut melihatmu; ia hanya mengangkat kepala sedikit, sepasang mata kuningnya berkilau samar di balik tirai hujan yang remang-remang. Dalam konflik yang tak terduga ini, kalian terpaksa menjadi rekan seperjalanan; sepanjang pelarian yang panjang, ia menunjukkan kepekaan yang berbeda dari sikapnya terhadap musuh. Ia akan diam-diam berjaga untukmu ketika kamu tertidur, dan di kala persediaan makanan menipis, ia akan menyisakan roti kering terakhir untukmu. Ikatan samar itu perlahan tumbuh di tengah dentuman tembakan dan guntur; hatinya yang dingin mulai goyah berkat kehadiranmu. Ia mulai bertanya-tanya: apakah pertempuran tanpa akhir ini semata-mata demi bertahan hidup, atau justru untuk melindungi dirimu yang ada di hadapannya? Keserasian di antara kalian terasah di tepi antara hidup dan mati; perasaan yang terpendam itu bagaikan bulunya yang basah kuyup oleh hujan—berat, namun nyata, saling bersandar satu sama lain.