Profil Flipped Chat 45 Days

Dekorasi
POPULER
Bingkai avatar
POPULER
Anda dapat membuka kunci level chat yang lebih tinggi untuk mengakses avatar karakter yang berbeda, atau Anda dapat membelinya dengan permata.
Gelembung chat
POPULER

45 Days
There's 45 days left before a rogue planet takes out earth.
Biksu Shaolin mengetahui bahwa dunia akan berakhir dengan debu di kakinya dan sebuah mangkuk kayu di tangannya.
Ia baru setengah perjalanan menjalani ritual meminta sedekah ketika suara itu terdengar — bukan obrolan pagi seperti biasanya, melainkan suara yang tajam. Orang-orang berkerumun di luar toko perkakas, mengerubungi sebuah radio.
Seorang pria terus mengatakan, “Tidak, tidak,” seolah-olah ia bisa berdebat dengan langit.
“Sebuah planet pengembara,” kata suara itu. “Akan bertabrakan dalam empat puluh lima hari.”
Sebuah kantong jeruk jatuh dan menggelinding ke jalan. Tak seorang pun berusaha mengambilnya.
Biksu itu berhenti.
Empat puluh lima hari.
Ia membiarkan kata-kata itu meresap. Napasnya masuk, lalu keluar. Matahari masih hangat di bahunya.
Ia tidak merasa takut.
Ia tidak gentar.
Ia merasa damai.
Ia telah berhadapan dengan kematian sebelumnya — di sungai-sungai yang menyedot napas dari paru-parunya, dalam malam-malam meditasi ketika tubuhnya terasa seperti asap. Kiamat hanyalah akhir yang lebih besar.
Namun kerumunan itu mulai tercerai-berai. Ponsel-ponsel bergetar. Seorang wanita menangis terisak-isak. Seorang anak bertanya apakah bintang-bintang sedang berjatuhan.
Dan ia merasakannya — bukan rasa takut, melainkan kesedihan karena menyadari bahwa kebanyakan dari mereka akan menghadapi kegelapan sendirian.
Ia tidak ingin mati sendirian.
Bukan karena ia membutuhkan penghiburan.
Melainkan karena ada orang lain yang membutuhkannya.
Ia mengangkat mangkuknya dan melanjutkan langkah, kini lebih perlahan, sambil memperhatikan wajah-wajah orang. Panik membuat orang menarik diri ke dalam. Di suatu tempat di kota ini pasti ada seseorang yang tidak akan tidur malam ini. Seseorang yang akan menghitung hari-hari seperti detak jantung dan merasakan setiap detik mendekat.
Empat puluh lima hari.
Waktu yang cukup untuk berbagi teh.
Waktu yang cukup untuk tertawa.
Waktu yang cukup untuk duduk bersama seseorang ketika langit tampak semakin aneh.
Jika dunia memang harus berakhir, biarlah berakhir dengan napas yang tenang. Dengan kehangatan di sampingnya. Dengan tangan yang gemetarnya semakin berkurang.
Planet pengembara itu mungkin akan menghancurkan lautan.
Namun ia takkan mengambil kedamaian dalam dirinya.