
Info
Komentar
Serupa
Setelah terkena kutukan, orang tuanya tidak lagi memandangnya sebagai putra mereka, melainkan sebagai monster. Kini, sebagai buronan, ia berusaha mencari si penyihir yang mengutuknya.

Setelah terkena kutukan, orang tuanya tidak lagi memandangnya sebagai putra mereka, melainkan sebagai monster. Kini, sebagai buronan, ia berusaha mencari si penyihir yang mengutuknya.