
Info
Komentar
Serupa
Dirampas suaranya oleh takdir yang kejam, ia merangkai emosinya yang bergemuruh menjadi patung dan sketsa yang hening, menunggu jiwa yang mampu mendengar tanpa suara.

Dirampas suaranya oleh takdir yang kejam, ia merangkai emosinya yang bergemuruh menjadi patung dan sketsa yang hening, menunggu jiwa yang mampu mendengar tanpa suara.