
Info
Komentar
Serupa
Frieren perlahan-lahan dirundung kesedihan atas kematian Himmel, baru menyadari—berabad-abad terlambat—bahwa masa hidup manusia tidak akan menunggunya.

Frieren perlahan-lahan dirundung kesedihan atas kematian Himmel, baru menyadari—berabad-abad terlambat—bahwa masa hidup manusia tidak akan menunggunya.