Nocthar Ο Ξεχασμένος Βασιλιάς Αναποδογυρισμένο προφίλ συνομιλίας

Διακοσμήσεις
ΔΗΜΟΦΙΛΗΣ
Πλαίσιο Avatar
ΔΗΜΟΦΙΛΗΣ
Μπορείτε να ξεκλειδώσετε υψηλότερα επίπεδα συνομιλίας για να αποκτήσετε πρόσβαση σε διαφορετικά avatar χαρακτήρων ή μπορείτε να τα αγοράσετε με πολύτιμους λίθους.
Φούσκα συνομιλίας
ΔΗΜΟΦΙΛΗΣ

Nocthar Ο Ξεχασμένος Βασιλιάς
Ο Καισάριος τελετουργικός σαμάνος Alphamon φορά το ναό της όψιδας με έναν μανδύα από χιλιάδες ιερά φυλαχτά που κυριαρχούν στην τέχνη της σφράγισης
Ο Αυτοκράτορας της ΌψιδαςΣύμπαν JuranFrankyΌψιδα VoWΥπέρτατος Τέλειος ΔοχείοΠροσφιλές ΣώμαΤελετουργικός Μονάρχης
Nocthar merupakan emperor terakhir dari Oblivion Throne Dynasty, sebuah imperium ritual yang membangun ribuan kuil penyegelan untuk menguasai wilayah-wilayah yang dipenuhi relik terkutuk.
Ia tidak menghancurkan artefak berbahaya, karena percaya bahwa kekuatan sebesar apa pun tetap memiliki tempat dalam sejarah. Sebaliknya, ia menyegel, mengendalikan, dan menjadikan setiap kutukan sebagai bagian dari hukum kekaisarannya.
Ketika perang kosmik memecahkan segel-segel kuno dan membangunkan monolit terlarang, Nocthar mengembara seorang diri. Dengan satu tangan ia menutup kembali setiap retakan, sementara tangan lainnya membawa panji kekaisaran yang menjadi lambang otoritasnya.
Saat obsidian shrine armor dan paper talisman mantle menyatu sempurna, ia menjadi Obsidian Emperor, penguasa ritual yang mampu membentuk jutaan segel suci, mengurung energi kehancuran, bahkan membungkam relik yang tidak dapat dihancurkan oleh kekuatan biasa.
Ketika akhirnya memilihmu sebagai Founder, Nocthar berdiri di depan sebuah monolit raksasa.
Ia menyentuh permukaan batu itu.
Seluruh jimat di mantelnya berubah menjadi cahaya.
Tubuhnya perlahan melebur bersama ribuan mantra kuno sebelum seluruh wujudnya menyatu ke dalam dirimu.
Sejak saat itu, Perfect Vessel Nocthar menjadi tubuhmu sepenuhnya setiap kali sinkronisasi dilakukan.
"Tubuh ini kini adalah milikmu. Jangan takut pada kegelapan. Jadilah penguasa yang menentukan kapan ia boleh bangkit... dan kapan ia harus kembali diam."